PERAN IMF DALAM PEMBANGUNAN INTERNASIONAL DI NEGARA SEYCHELLES
Dana Moneter Internasional, atau
IMF bertujuan dalam mendorong stabilitas keuangan internasional dan kerjasama
moneter. IMF juga memfasilitasi perdagangan internasional, mendorong perluasan
lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta membantu
mengurangi kemiskinan global. IMF diatur oleh dan bertanggung jawab kepada 189
negara anggotanya.
IMF didirikan pada Juli 1944 dalam Konferensi Bretton
Woods di New Hampshire, Amerika Serikat. Sebanyak 44 negara yang hadir saat itu
berupaya membentuk sebuah kerangka kerjasama ekonomi internasional guna
mencegah terulangnya devaluasi mata uang kompetitif yang telah mengakibatkan
Depresi Besar tahun 1930-an.
Misi utama IMF adalah menjamin stabilitas sistem moneter
internasional, yakni sistem nilai tukar dan pembayaran internasional yang
memungkinkan negara-negara dan para warganya bertransaksi satu sama lain. Penyediaan pinjaman kepada negara anggota yang
sedang ataupun yang berpotensi mengalami masalah neraca pembayaran adalah
tanggung jawab utama IMF.
Keberadaan
IMF sendiri di Afrika mulai berkembang pada tahun 1957, dimana waktu itu negara
– negara yang baru merdeka yaitu Sudan dan Ghana menjadi anggota IMF, setelah
itu diikuti oleh beberapa negara lainnya di Afrika. Pada tahun 1990, seluruh
negara Afrika bergabung ke dalam IMF, termasuk Seychelles.
Pada
akhir Juni 2008, Seychelles yang diwakili oleh Menteri Keuangan Seychelles,
Danny Faure meminta bantuan IMF melalui Direktur Pelaksana IMF. Pada bulan
Novem ber 2008, IMF menyetujui sebuah
pinjaman dibawah Stand-By Arrangement (SBA) sebesar SDR 17,6 juta atau setara
dengan USD 28 juta.
Selain
itu, IMF menyediakan bantuan teknis kepada pemerintah Seychelles termasuk di
dalamnya yaitu konsultasi dan pelatihan terkait program reformasi
ekonomi-makro, diantaranya yaitu kebijakan valuta asing dan moneter, kebijakan
dan administrasi pajak, beserta statistik resmi. Tujuannya adalah untuk
membantu memperkokoh rancangan dan implementasi kebijakan ekonomi pemerintah
Seychelles, termasuk Kementerian Keuangan dan Bank Sentral Seychelles.
IMF
menyediakan bantuan teknis dan pelatihan terutama di empat bidang, yaitu:
1) Memperkuat sektor
moneter dan keuangan melalui nasehat pengaturan sistem perbankan, pengawasan,
dan restrukturisasi, manajemen dan pengoperasian sistem valuta asing, sistem
kliring dan penyelesaian untuk pembayaran, serta struktur dan pembangunan Bank
Sentral;
2) Mendukung manajemen
dan kebijakan fiskal yang kuat melalui nasehat administrasi dan kebijakan bea
dan cukai, formulasi anggaran, manajemen perbelanjaan, rancangan jaringan
pengaman sosial, dan manajemen utang internal dan external.
3)Menyusun, mengelola,
dan diseminasi data statistik dan meningkatkan kualitas data.
4)Penulisan konsep dan
peninjauan peraturan perundang-undangan ekonomi dan keuangan.
IMF
melalui AFRITAC, yaitu Pusat Bantuan Teknis Regional yang berada di wilayah
Afrika Selatan memberikan pelatihan kepada pejabat – pejabat pemerintahan
Seychelles diantaranya yaitu mengenai keuangan, moneter, dan kebijakan nilai
tukar. AFRITAC yang dibuka pada tahun 2011 ini merupakan salah satu dari
sembilan Pusat Bantuan Teknis yang dibuka oleh IMF diseluruh dunia.
Meskipun
program reformasi ekonomi-makro yang dibawa IMF cukup berhasil memulihkan
perekonomian Seychelles, namun dengan melakukan pinjaman kepada IMF maka
Seychelles justru menambah utangnya. Dampak negatif dari bantuan ekonomi
seperti pemberian pinjaman berupa utang membuat Seychelles akan mengalami
ketergantungan ekonomi.
Bila
sudah mengalami ketergantungan ekonomi maka dengan mudahnya Seychelles akan
dikendalikan oleh pihak – pihak dibalik IMF yang memberikan peminjaman utang,
salah satu bentuk intervensinya adalah dengan merubah kebijakan – kebijakan
ekonomi pemerintah Seychelles. Dalam program yang disepakati oleh Seychelles
tersebut sangat terlihat intervensi IMF dan kepentingan ekonomi liberalisnya.
Ditambah pula Seychelles yang memiliki Zona Ekonomi Eksklusif melebihi 1 juta
km2 dari Samudera Hindia menjadi sumber minyak potensial yang belum
tereksploitasi bagi pihak – pihak yang berkuasa di balik IMF.
Saya telah berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan pinjaman Suzan yang meminjamkan uang tanpa membayar lebih dulu.
BalasHapusNama saya Amisha, saya ingin menggunakan media ini untuk memperingatkan orang-orang yang mencari pinjaman internet di Asia dan di seluruh dunia untuk berhati-hati, karena mereka menipu dan meminjamkan pinjaman palsu di internet.
Saya ingin membagikan kesaksian saya tentang bagaimana seorang teman membawa saya ke pemberi pinjaman asli, setelah itu saya scammed oleh beberapa kreditor di internet. Saya hampir kehilangan harapan sampai saya bertemu kreditur terpercaya ini bernama perusahaan Suzan investment. Perusahaan suzan meminjamkan pinjaman tanpa jaminan sebesar 600 juta rupiah (Rp600.000.000) dalam waktu kurang dari 48 jam tanpa tekanan.
Saya sangat terkejut dan senang menerima pinjaman saya. Saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi jika Anda memerlukan pinjaman, hubungi mereka melalui email: (Suzaninvestment@gmail.com) Anda tidak akan kecewa mendapatkan pinjaman jika memenuhi persyaratan.
Anda juga bisa menghubungi saya: (Ammisha1213@gmail.com) jika Anda memerlukan bantuan atau informasi lebih lanjut